Kantor Masa Depan
Dasar
pemikiran timbulnya gagasan otomasi perkantoran karena
sebagian dari waktu kerja pegawai habis untuk melakukan hal-hal yang
tidak produktif, antara lain :
- Banyaknya staf yang menghabiskan waktunya dengan membuka arsip dokumen, untuk mencari bahan yang diperlukan.
- Para Sekretaris sangat sibuk dengan tugas administratifnya.
Hal-hal tersebut
diatas ternyata dari sudut efisiensi kerja sangat
merugikan. Tanggapan mengenai masalah diatas adalah
dengan memanfaatkan komputer untuk melakukan beberapa pekerjaan
kantor. Diantaranya adalah masalah pengaturan arsip yang disimpan secara
elektronis.
Keuntungan arsip
elektronik :
- Mudah
dikirim ke bagian-bagian yang membutuhkan, melalui jalur komunikasi
- Pencarian dokumen mudah dilakukan
-
Kegiatan manajemen, seperti pengaturan jadwal.
Penggunaan
teknologi baru biasanya menimbulkan masalah sosial, bagi
pihak yang menyangsikan kegunaanya. Mereka takut akan hilangnya kontak
sosial diantara pekerja dengan kata lain komunikasi elektronik akan mengisolasi
pekerja dari lingkup sosialnya.
Beberapa tata cara kerja yang telah dikembangkan
di negara-negara maju:
-
Pengolahan Kata (Word Processing) : Pemanfaatan
Komputer untuk pengetikan masalah surat-surat, penjadwalan dll.
-
Surat elektronik : Pengiriman surat atau pesan secara elektronis, baik tulisan maupun gambar dengan beberapa cara penyampaian :
1. Melalui
jalur komunikasi umum ( telepon,komputer,pos).
2. Dengan
Facsimili.
3. Komputer
yang terhubung dalam jaringan (LAN)
-
Konferensi Jarak Jauh : Konferensi
melalui komunikasi jarak jauh untuk menyalurkan data, suara dan gambar.
-
Information
Retrieval : Pengambilan kembali informasi/data yang
telah disimpan dalam komputer.
-
Kegiatan Manajemen : Kegiatan ini
memanfaatkan komputer untuk mengingatkan para pengelola tentang jadwal-jadwal
penting, pengaturan jadwal proyek, jadwal
penugasan, dll.
Dari gambaran
kegiatan diatas beberapa pimpinan
perusahaan mengkhwatirkan bahwa perubahan pola kerja menurut tata
cara baru, akan menggangu produktivitas kerja pegawai. Adanya dana tambahan
untuk mendidik karyawan dan perlu waktu tambahan untuk menyesuaikan diri
dengan sistem yang baru. Hal ini disebabkan ketidak
mengertian para pimpinan tentang sistem tersebut.
Isu Dan Masalah Sosial
Pemanfaatan
komputer akan mengubah baik jenis pekerjaan maupun tata cara
penanganannya (struktur manajemen & karyawan). Kalau kita melihat
struktur SIM yang seperti Piramida akan terlihat kedudukan Manajemen tingkat
menengah ada diantara pimpinan perusahaan dan para pekerja. Secara tradisional
fungsi manajemen tingkat menengah adalah menerapkan instruksi
pimpinan kepada para pekerja. Sekarang ini dengan adanya otomasi
perkantoran, peran tradisional para manajemen tingkat menengah
berubah secara drastis. Hal ini
disebabkan karena pimpinan perusahaan mendapatkan laporan/informasi
langsung melalui komputer. Sehingga
terjadinya suatu perubahan di perusahaan, di antaranya:
- Informasi mengalir secara langsung ke
pimpinan puncak tanpa campur tangan tingkat
menengah
- Manajer tingkat menengah harus merubah pandangan dan tata cara kerja
- Pola karir mengalami perubahan
- Manajer tingkat atas memiliki tanggung
jawab yang besar dan hanya sedikit bantuan
dari manajer tingkat menengah.
Pengenalan E-Commerce
Menurut Shim, Quershi, Siegel dalam buku M.
Suyanto, Electronic Commerce (e-commerce) merupakan konsep baru yang bisa digambarkan
sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet.
Sedangkan
menurut Kalakota dan Whinston (1997) dalam buku M. Suyanto (2003) mendefinisikan
e-commerce dari beberapa perspektif berikut :
1. Perspektif Komunikasi : e-commerce
merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini
telepon, jaringan computer atau sarana eletronik lainnya.
2. Perspektif Proses Bisnis : e-commerce
merupakan aplikasi teknologi menuju otomisasi transaksi dan aliran kerja
perusahaan.
3. Perspektif Layanan: e-commerce
merupakan salah satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen dan
manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan
kecepatan pelayanan.
4. Perspektif Online: e-commerce
berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa
online lainnya.
Secara umum, E-Commerce didefinisikan
sebagai segala bentuk perdagangan/
perniagaan baik pembelian,
penjualan, pertukaran barang atau jasa
(trades of goods and services) dengan mengunakan media elektronik.
Manfaat yang dapat diperoleh dari e-commerce bagi
organisasi menurut M. Suyanto (2003) adalah :
1. Memperluas
market place hingga ke pasar nasional dan international.
2. Menurunkan
biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan dan pencarian
informasi yang menggunakan kertas.
3. Memungkinkan
pengurangan inventory dan overhead dengan menyederhanakan supply chain dan
management tipe “pull”.
4. Mengurangi
waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.
5. Mendukung
upaya-upaya business process reengineering.
6. Memperkecil
biaya telekomunikasi – internet lebih murah dibanding VAN.
7. Akses
informasi lebih cepat
Selain mempunyai manfaat bagi perusahaan, menurut M.
Suyanto (2003) e-commerce juga mempunyai manfaat bagi konsumen, yaitu :
1. Memungkinkan
pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari
sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi dengan menggunakan fasilitas Wi-Fi.
2. Memberikan
lebih banyak pilihan kepada pelanggan.
3. Pengiriman
menjadi sangat cepat.
4. Pelanggan
bisa menerima informasi yang relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan
lagi hari atau minggu.
5. Memberi
tempat bagi para pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran
serta pengalaman.
6. Memudahkan
persaingan yang ada pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.
Menurut M. Suyanto (2003) selain manfaat terhadap
organisasi, konsumen e-commerce juga mempunyai manfaat bagi masyarakat, antara
lain :
1. Memungkinkan
orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk
berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta
mengurangi polusi udara.
2. Memungkinkan
sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah.
3. Memungkinkan
orang di negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka
produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa e-commerce.
Ciri &
Karakteristik E-Commerce:
•
OTOMATISASI, proses
otomatisasi yang menggantikan manual (“enterprise resource planning” concept).
•
INTEGRASI, proses
terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses (“just in time” concept).
•
PUBLIKASI, memberikan
jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan (“electronic cataloging” concept).
•
INTERAKSI,
pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan
“human error” (“electronic data interchange/EDI” concept).
•
TRANSAKSI, kesepakatan
antara 2 pihak untuk melakukan transaksi yang melibatkan institusi lainnya sebagai pihak yang
menangani pembayaran (“electronic
payment” concept).
Arsitektur E-Commerce
Kerangka kerja perencanaan
konseptual dimana aplikasi bisnis dan teknologi informasi didesain sebagai
arsitektur terpadu dari sistem perusahaan yang mendukung inisiatif bisnis
strategis dan proses bisnis lintas fungsi.
Arsitektur dasar dari aplikasi
web ini adalah arsitektur clientIserver. Artinya pemrosesan aplikasi ini
dijalankan melibatkan kedua sisi yakni sisi mesin server pusat dan sisi clien
Contoh e-commers
Tantangan Dan Hambatan Dalam
Penerapan E-Commerce
Ada beberapa
Tantangan Dan Hambatan Dalam Penerapan E-Commerce, yaitu:
1. Infrastruktur
Telekomunikasi
Infrastruktur
Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih
mahal. Padahal e-commerce bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi.
2. Delivery Channel
-
Pengiriman
barang masih ditakutkan hilang di jalan.
-
Ketepatan
waktu dalam pengiriman barang
-
Jangkauan
daerah pengiriman barang
3. Kultur
& Kepercayaan
-
Orang Indonesia belum (tidak) terbiasa
berbelanja dengan menggunakan catalog
-
Masih harus secara fisik melihat /
memegang barang yang dijual
-
Perlu mencari barang-barang yang tidak
perlu dilihat secara fisik. Misal: buku, kaset
-
Kepercayaan antara penjual & pembeli
masih tipis
-
Kepercayaan kepada pembayaran elektronik
masih kurang. Penggunaan kartu kredit masih terhambat
4. Security
-
Masalah keamanan membuat orang takut
untuk melakukan transaksi
-
Persepsi merupakan masalah utama
-
Ketidak mengertian (lack of awareness)
merupakan masalah selanjutnya
5. Munculnya
Kejahatan Baru
-
Penggunaan kartu kredit curian / palsu
-
Penipuan melalui SMS, kuis
-
Kurangnya perlindungan kepada konsumen
-
Kurangnya kesadaran (awareness) akan
masalah keamanan
6. Ketidak
jelasanya Hukum
-
Masih belum tuntas status dari Digital
signature
-
Uang digital / cybermoney
-
Status hukum dari paper-less transaction
-
[de]Regulasi
7. Efek
terhadap kehidupan
-
Kemajuan teknologi komputer dan
komunikasi seharusnya meningkatkan tingkat kualitas hidup kita. Tetapi
kenyataannya tidak seperti yang diinginkan
-
Bekerja lebih panjang
-
Pekerjaan dibawa pulang: no life, single
terus
-
Melebarnya jurang si kaya dan si miskin
Pengenalan E-Business
E-business mengacu pada semua penggunaan
kemajuan teknologi informasi (TI), khususnya teknologi
jaringan dann komunikasi, untuk memperbaiki cara-cara sebuah
organisasi dalam melakukan seluruh proses-proses
bisnis” (Romney/Steinbart).
Defenisi dalam perspektif
TI, e-bussiness yaitu praktek pengoperasian
secara terintegrasi proses-proses bisnis yang terlibat
dalam penciptaan nilai tambah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) secara ekstensif.
E-Business
merupakan kegiatan berbisnis di Internet yang tidak saja meliputi pembelian,
penjualan dan jasa, tapi juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerja sama
dengan rekan bisnis (baik individual maupun instansi).
Fungsi
E- Bussiness yaitu untuk mensupport bagian dari marketing, produksi,
accounting, finance, dan human resource management. Proses transaksi online
memegang peranan yang sangat penting pada e-business.
Untuk membangun e-business yang
utama harus kita buat yaitu membenahi terlebih dahulu system pengelolaan sumber
daya perusahaan secara terpadu, membuat perencanaan investasi teknologi secara
mendetail dan komprehensif, menentukan arah investasi teknologi untuk menjawab
kebutuhan jangka panjang, membentuk struktur organisasi yang fleksibel dan
adaptif terhadap perubahan, dan melakukan kerjasama kondusif dengan mitra
bisnis.
Ada beberapa kiat – kiat dalam
e-bussines diantaranya :
-
Membenahi terlebih dahulu sistem pengelolaan sumber daya
perusahaan secara terpadu.
-
Membuat perencanaan investasi teknologi secara
mendetail dan komprehensif.
-
Menentukan arah investasi teknologi untuk menjawab
kebutuhan jangka panjang.
-
Membentuk struktur organisasi yang fleksibel dan
adaptif terhadap perubahan.
-
Melakukan kerjasama kondusif dengan berbagai mitra
bisnis (vendor, pemasok barang, lembaga keuangan, dan lain sebagainya).
Ada beberapa Metode Pengembangan
e-Business :
-
Pertimbangan Komoditi
-
Infrastruktur Pengembangan
-
Perencanaan Basisdata
-
Pengembangan Program Aplikasi
-
Implementasi dan Disseminasi
Aplikasi E-bussiniess:
-
ERP (Enterprise Resource
Planning) sistem informasi pendukung e-business, yg menyediakan
berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing,
warehouse, shipping, dan payment, serta
mampu melakukan otomatisasi proses bisnis.
-
CRM (Customer
Relationship management) ¤ sistem kustomisasi real
time yang memanajemen kustomer
dan melakukan personalisasi produk dan
servis berdasarkan keinginan kustomer.
-
EAI (Enterprise Application Integration) ¤ merupakan konsep integrasi
berbagai proses bisnis dengan memperbolehkan mereka saling
bertukar data berbasis message.
-
SCM (Supply Chain Management) ¤ manajemen rantai supply
secara otomatis terkomputerisasi.
Beberapa contoh e-bussiness:
1.
E-Banking:
E-banking
didefinisikan sebagai penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara
langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif.
E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun
bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan
informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk
internet.
2. E-Commerce
E-Commerce didefinisikan
sebagai segala bentuk perdagangan/
perniagaan baik pembelian,
penjualan, pertukaran barang atau jasa
(trades of goods and services) dengan mengunakan media elektronik.
3. E-Engineering
E-engineering
adalah jawaban untuk globalisasi pertumbuhan manufaktur, sumber daya dan
teknik. Dalam dunia yang terus meningkat kecepatan, kompetisi, memperlakukan
dan kesempatan, Anda perlu melakukan bisnis Anda lebih baik, lebih cepat dan
lebih efisien setiap hari.
4. E-Learning
E-Learning
adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan
teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning
memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka
masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di
kelas.
5. E-Marketing
E-Marketing
adalah sisi pemasaran dari E-Commerce, yang terdiri dari kerja dari perusahaan
untuk mengkomunikasikan sesuatu, mempromosikan, dan menjual barang dan jasa
melalui internet.
6. E-Research
E-Research mengacu pada penggunaan teknologi informasi untuk mendukung
bentuk-bentuk penelitian yang ada dan penelitian yang baru.
7. E-Travel
E-Travel
adalah solusi total dengan konsep SaaS (Software as a Service) yang
komprehensif berbasis web application yang mengadopsi teknologi ERP yang
tersusun atas modul –modul yang berfungsi untuk mempermudah dalam perencanaan,
pengelolaan, dan mengatur transaksi yang ada didalam perusahaan travel serta
dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan suatu sistem keputusan.
8. E-Government
E-Goverment
adalah pelayanan pemerintah yang berbasis menggunakan elektronik dalam rangka
meningkatkan kualitas layanan public secara efektif dan efesien, E-Government atau
pemerintahan berbasis elektronik semakin berperan penting bagi semua pengambil
keputusan
Tren kearah E bussiness
Tantangan
Pembangunan Sistem Informasi E-Business:
Ada
sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh para pengelola perusahaan yaitu :
1. Tantangan strategi bisnis
1. Tantangan strategi bisnis
Ketangguhan
sistem informasi e-Business terletak pada bagaimana perusahaan merumuskan dan
menuangkan strategi bisnisnya yang handal dalam sistem tersebut misalnya
strategi harga, strategi produk, strategi teknologi dan sebagainya.
2.Tantangan
globalisasi
Perusahaan-perusahaan
lokal yang ingin berlaga di pasar global harus memahami seluk beluk bisnis
dalam lingkungan ekonomi global. Lingkup pasar berubah menjadi lebih luas.
Perbedaan platform seperti bahasa, budaya, politik, harga, perilaku konsumen,
kebijakan pemerintah dan sebagainya dapat menjadi masalah dan ancaman kerugian.
3.Tantangan
arsitektur informasi
Keputusan
perusahaan untuk mengembangkan sebuah arsitektur informasi yang baru guna
mendukung tujuan bisnisnya.
4.Tantangan
investasi
Perusahaan
harus mampu merumuskan visi dan anggaran untuk berinvestasi teknologi informasi
dengan skala yang luas. Hal ini sangat kompleks dan membutuhkan perhatian yang
serius
5.Tantangan
kemampuan untuk merespon dan mengontrol
Perusahaan
tertantang untuk merancang sistem-sistem yang mudah dipahami dan dikontrol agar
sistem informasi yang dibentuk mampu memberikan respon yang cepat dan tepat.
6.Tantangan
operasional
Kemampuan
suatu perusahaan untuk memelihara informasi yang disajikan dalam situs web.
Perusahaan juga dihadapkan pada persoalan keamanan data yang di-share dalam
jaringan global tersebut karena banyak hacker dan cracker yang berlalu lalang.
7.Tantangan
komunikasi
Kemampuan
untuk mengkomunikasikan rencana induk pengembangan sistem kepada sumber daya
manusia agar mereka dapat memahami, menerima dan mau menggunakan secara optimal.
Merancang Strategi Sistem
E-Business
Perusahaan
e-Business perlu merancang sebuah strategi yang akan diimplementasikan dalam
bentuk sistem informasi e-Business. Stategi itu tidak hanya berupa strategi
bisinis melainkan juga melibatkan strategi teknologi informasi karena sistem
e-Business dibangun dengan tumpuan teknologi tersebut.
Strategi
perlu disusun dengan cermat untuk menjawab tantangan bisnis seperti kompetitor
pada satu jenjang atau kompetitor kecil lainnya, produk-produk substitusi dan
tuntutan konsumen.
Strategi
juga berfungsi untuk mengelola sumber daya yang terbatas jumlahnya guna
memperoleh laba. Sistem informasi e-Business yang dibangun harus terdefinisi
dengan jelas dan terinci tentang model bisnis yang akan diterapkan, alur
pergerakan informasi, jenis dan model informasi yang dibutuhkan serta
menentukan hak akses informasi. Strategi meliputi penentuan perangkat keras dan
perangkat lunak baik sistem dan aplikasinya.
Strategi
Pengembangan e-Business
Penyusunan Rencana Pengembangan
Pembangunan secara bertahap/dinamis
Perlu menetapkan prioritas implementasi
Pemilihan Teknologi yang tepat
Penyiapan Sumber Daya
Gunakan jasa Web-Hosting
Pengembangan diserahkan pihak ketiga
Kerjasama dengan Institusi Penyedia jasa
Internet

Tidak ada komentar:
Posting Komentar